September 18, 2019

Baru-baru ini, industri keuangan Asia menyatakan bahwa penilaian OVO telah mencapai US $ 2,9 miliar, melebihi Rp40 triliun.

Beberapa waktu lalu, Johnny Widodo (CEO BeliMobilGue), mantan ketua OVO, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC Indonesia Channel bahwa platform pembayaran digital ini telah menjadi salah satu startup dengan penilaian lebih dari 1 miliar dolar AS, yang berarti bahwa OVO akan menjadi Startup unicorn kelima di Indonesia.

Segalanya mulai menjadi menarik, karena kita semua tahu bahwa masih ada 4 startup unicorn di Indonesia: Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Menurut sebuah studi baru oleh Snapcart, sebuah agen penelitian aplikasi Indonesia, OVO adalah dompet digital berbasis aplikasi yang paling umum digunakan di Indonesia. Studi ini menemukan bahwa 58% responden memilih OVO sebagai “dompet digital berbasis aplikasi favorit” mereka.

Unicorn kelima di Indonesia akan segera lahir?

Gojek’s Go-Pay berada di peringkat kedua dengan 23%, diikuti oleh Dana (6%) dan LinkAja (1%).

Finance Asia mengutip sebuah sumber dalam sebuah laporan pekan lalu yang menyatakan bahwa OVO mencapai status unicorn dengan putaran pendanaan terbarunya, senilai $ 2,9 miliar.

OVO, yang didukung oleh Lippo Group, Tokyo Century Corp, Grab, dan Tokopedia, telah mencapai status unicorn.

Laporan startup 2018 yang dirilis oleh tim Penelitian DSR mendaftarkan OVO sebagai salah satu kandidat untuk status unicorn, dengan penilaian lebih dari $ 100 juta.

Di ruang pembayaran digital Indonesia dengan Go-Pay, perusahaan tampaknya memfasilitasi sejumlah besar transaksi tunai di platformnya, yang dapat mencapai puluhan ribu rupee per tahun. Bahkan, OVO telah dipilih sebagai opsi pembayaran online utama di Tokopedia, yang membantu meningkatkan penggunaan rata-rata platform per pengguna.

Sebuah laporan tentang kemungkinan akuisisi dan merger antara OVO dan Dana juga beredar minggu lalu dalam upaya untuk mematahkan dominasi Gojek dalam pembayaran digital di Indonesia.

Tentu saja, memiliki status unicorn tidak berarti akhir dari jalur kewirausahaan. Laporan terakhir tentang PHK Bukalapak, sebagai bagian dari menyeimbangkan pertumbuhan dan profitabilitas, telah membuktikan bahwa ini tidak semudah kelihatannya.

Konten di atas diambil dari Internet, sumber referensi utama adalah e27.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*